Saturday, September 19, 2015

Alat Bantu Pemberian Pengganti Asci


Berikut adalah desain alat bantu untuk menyusui anakan kelinci yang tidak disusui induknya..


source : gambar diambil dari internet 
Terkadang kita mendapati ada bay-bayi kelinci yang perlu mendapat bantuan susu tambahan selain dari induknya yang diakibatkan oleh kalahnya bersaing si bayi kelinci dengan saudara-saudaranya dalam hal mendapatkan susu induk, atau bisa jadi karena memang iindukan tidak bisa menyusui, bahkan mungkin si bayi ditinggal mati oleh induknya. Hal yang paling enak jika ada indukan lain untuk tandem bayi-bayi kelinci yang mendapat masalah karena faktor tidak mendapat ASI induknya.
Nah..jika kita ingin membantu memperpanjang umur si bayi melalui usaha menambah atau memberi susu sendiri, maka kalian bisa membuat alat bantu yang mudah didapat. Yang dibutuhkan adalah karet pentil ban sepeda dan alat suntik (Spuit 1 ml) yg dibuang jarumnya. kemudian Anda rangkai seperti gambar di bawah ini.
 
 


Alat bantu ini mudah digunakan  dan aman bagi mulut kelinci............

Demikian postingan kami, semoga bermanfaat.............

Note:
Beberapa Gbr di Blog ini diambil dari internet, jk ada Gbr Anda yg saya gunakan dan Anda menginginkan untuk diremove silahkan hubungi saya 
Rujukan:
 http://kelinci-wongkito.blogspot.co.id/search?updated-max=2012-04-25T20:21:00-07:00&max-results=7&start=7&by-date=false

Susu Pengganti Asci

 Susu Apa Pengganti Asci yg Tepat? 

Sering kali peternak merasa bingung dan panik apabila indukan kelinci yang habis beranak mati, stress, atau indukan tidak mau menyusui anaknya. Berikut adalah sedikit ulasan alternatif yg dapat dilakukan peternak untuk menyelamatkan si anakan dengan harapan mampu survive




Banyak dilakukan uji coba dengan mencoba susu formula bayi low lactosa tetapi bayi kelinci hanya bisa bertahan dalam beberapa hari saja bahkan ada yang menderita diare.
Berikut susu pengganti yang dapat dibuat sendiri
Bahan:
-          Susu Kambing ( Kambing etawa kalau ada lebih bagus, sekarang banyak dijual dalam bentuk bubuk)
-          Susu formula Bayi (Low Lactosa, biasa utk 0 - 6 bulan )
-          Whipped cream (optional)

Campurkan susu bayi dan susu kambing dengan perbandingan 1:1, bisa juga ditambahkan whipped cream (jika ada). Sebelum dicampurkan susu bayi, susu kambing dimasak terlebih dajulu hingga mendidih lalu dinginkan Kemudian campurkan susu bayi lalu aduk hingga rata.
Sediaan susu sudah siap digunakan dan masukkan dalam botol kedap udara untuk memudahkan penggunaan berikutnya, simpan dalam lemari pendingin.

Cara pemakaian : Campuran susu bisa kita ambil menggunakan alat bantu spuit/syringe. Pegang bayi kelinci  (usahakan kepala lebih tinggi) lalu susui hingga perutnya terlihat penuh. Kadang-kadang, bayi kelinci  minum dengan cepat sehingga tersedak. Jika itu terjadi,pegang bayi lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan jari tengah anda secara perlahan. Berikan waktu hingga ia bernafas normal kembali.


Susu kelinci memiliki kandungan yang sangat kaya akan nutrisi, sehingga tidak mungkin tergantikan dengan susu lain. Hindari mengganti susu kelinci dengan susu untuk hewan lain seperti susu khusus anjing.

Melalui berbagai macam percobaan, diketahui bahwa campuran susu kambing dan susu formula low lactosa inilah yang terbaik untuk bayi kelinci sebagai pengganti susu kelinci dalam keadaan darurat. Kadang ada anak kelinci yang alergi terhadap salah satu bahan (biasanya alergi dari susu formula bayi), sehingga mengakibatkan bulu rontok. Jangan khawatir karena bulu tersebut akan tumbuh kembali. Yang perlu kita lakukan adalah membuat mereka hangat. 
Anda harus tetap memberikan mereka rumput kering atau jerami setiap hari untuk membantu menghangatkan tubuh mereka dan sebagai makanan mereka tatkala mereka cukup umur untuk memakannya.
Demikian postingan kami, semoga bermanfaat............
Note:
Beberapa Gbr di Blog ini diambil dari internet, jk ada Gbr Anda yg saya gunakan dan Anda menginginkan untuk diremove silahkan hubungi saya 
Rujukan:
http://www.rexrabbitsusa.com/healthdiseases.htm
 http://kelinci-wongkito.blogspot.co.id/search?updated-max=2012-04-25T20:21:00-07:00&max-results=7&start=7&by-date=false

Kenapa Kelinci Makan Kotorannya Sendiri?


Kenapa kelinci makan kotorannya sendiri..? Caecotrophs: Makanan Bergizi Kelinci

Caecotrophs: Makanan Bergizi Kelinci

Kelinci memiliki dua jenis feses yg keluar dari anusnya saat pembuangan setelah fermentasi dari ususnya. Fese kelinci yang pertama ialah jenis bulan hitam keras agak gepeng dan bisa menggelinding. Sedangkan feses satunya ialah jenis lunak, kecil-kecil bergandengan dan lengket. Bentuknya coklat pekat mengkilap. Caesotrop sering dikatakan ”tinja-malam,” tetapi ini sesungguhnya istilah yang menyesatkan karena produksi caesotrop bisa pada siang hari dan keluar pada siang hari juga. Pada beberapa teori ada yang mengatakan diproduksi lebih cepat dalam masa empat jam dan ada pula yang mengatakan 8 jam setelah makan. Itu perbedaan yang tidak signifikan untuk diperdebatkan. Yang jelas caesotrop ini bukan kotoran yang sia-sia dari proses pencernaan, melainkan masih sebagai proses yang belum selesai. Dalam konteks inilah caesotrop sesungguhnya kaya nutrisi karena itu adalah bagian makanan yang tidak tercerna melalui sekum. Karena tidak selesai itulah bagian gizinya keluar lalu kemudian dikonsumsi kelinci lagi. Ini seolah-olah menjijikkan, tetapi jika kita tahu dan sadar membedakan antara tahi dalam pengertian barang terbuang dengan tahi dalam pengertian bukan barang buangan kita bisa memakluminya. Kelinci butuh pasokan nutrisi dari caesotrop untuk pemenuhan hajat gizi setiap waktu. Tanpa caesotrop kelinci akan kurang gizi, bahkan nafsu makan, birahi dan kekebalan tubuhnya menurun drastis. karena itu jangan sampai kelinci Anda tidak memakan caesotrop ini. Bahkan pada kelinci yang sakit karena pencernaannya rusak dan tidak mengeluarkan caesotrop kelinci bisa diberikan caesotrop dari kelinci lain untuk memulihkan penyakitnya. Pada masa lewat 3 hari tanpa mengeluarkan caesotrop disertai sakit, kelinci bisa mati.

Demikian postingan kami, semoga bermanfaat..............

Note:
Beberapa Gbr di Blog ini diambil dari internet, jk ada Gbr Anda yg saya gunakan dan Anda menginginkan untuk diremove silahkan hubungi saya

Rujukan:
https://kelincikuimut.wordpress.com/category/dialog-seputar-kelinci/page/2/

                                                                                             By Sharing Kelinci Nusantara

Zat Antinutrisi Pada Bahan Pakan Ternak



Tidak semua hijauan makanan ternak  atau biji cereal, dan tanaman lainya yang ada disekitar dapat diberikan untuk pakan ternak kita. Ada sebagian yang membutuhkan beberapa proses terlebih dahulu agar dapat diberikan ke ternak. Bahkan sebagian tidak boleh diberikan sama sekali karena mempunyai kandungan racun.
Beberapa senyawa bisa menjadi tidak aktif dengan berbagai proses seperti pencucian, perebusan atau pemanasan. Apabila panas digunakan untuk menginaktifkan senyawa antinutrisi perlu dipertimbangkan agar tidak merubah kualitas nutrisi bahan pakan, tetapi ada beberapa kejadian kalau digunakan panas yang ekstrim bisa juga berperan untuk membentuk senyawa toksik.
Adanya senyawa anti nutrisi dalam bahan pakan dapat menjadi pembatas dalam penggunaannya dalam ransum, karena senyawa antinutrisi ini akan menimbulkan pengaruh yang negatif terhadap pertumbuhan dan produksi tergantung dosis yang masuk kedalam tubuh. Penggunaan bahan pakan yang mengandung antinutrisi harus diolah dulu untuk menurunkan atau menginaktifkan senyawa ini, tetapi perlu dipertimbangkan nilai ekonomis dari pengolahan ini.


1. Phytat

Phytat merupakan salah satu non polysaccharida dari dinding tanaman seperti silakat dan oksalat. Asam phytat termasuk chelat (senyawa pengikat mineral) yang kuat yang bisa mengikat ion metal divalent membentuk phytat komplek sehingga mineral tidak bisa diserap oleh tubuh. Mineral tersebut yaitu Ca, Zn, Cu, Mg dan Fe.

Pada sebagian besar cereal, 60-70 % phosphor terdapat sebagai asam phytat, kecernaan molekul phytat sangat bervariasi dari 0-50 % tergantung bahan pakan dan umur ternak. Ternak muda lebih rendah kemampuan mencerna phytat, tetapi pada ternak dewasa 50%. Kecernaan phytat terjadi karena adanya phytase tanaman atau sintetis phytase dari mikroba usus. Perlakuan panas pada ransum seperti pelleting atau ekstrusi tidak terlihat memperbaiki kecernaan pospor-phytat.

Cara memecahkan masalah adanya P-phytat dalam ransum yaitu :

Penambahan phytase: kelemahan dari penambahan phytase ke dalam ransum akan menambah biaya ransum dan phytase mudah rusak selama proses pelleting. Sebagian besar phytase didenaturasi pada suhu 65°C. Sebaiknya enzym phytase ditambahkan setelah proses pengolahan.
Penambahan sumber pospor lainnya kedalam ransum seperti dicalcium pospat.

Sebagian besar cereal dan suplemen protein nabati relatif rendah kandungan phytase kecuali dedak gandum, sedangkan biji yang mengandung minyak kandungan phytat lebih tinggi.


2. Tannin

Tannin adalah senyawa phenolic yang larut dalam air. Dengan berat molekul antara 500-3000 dapat mengendapkan protein dari larutan. Secara kimia tannin sangat komplek dan biasanya dibagi kedalam dua grup, yaitu hydrolizable tannin dan condensed tannin. Hydrolizable tannin mudah dihidrolisa secara kimia atau oleh enzim dan terdapat di beberapa legume tropika seperti Acacia Spp.

Condensed tannin atau tannin terkondensasi paling banyak menyebar di tanaman dan dianggap sebagai tannin tanaman. Sebagian besar biji legume mengandung tannin terkondensasi terutama pada testanya. Warna testa makin gelap menandakan kandungan tannin makain tinggi.

Beberapa bahan pakan yang digunakan dalam ransum ternak mengandung sejumlah condensed tannin seperti biji sorgum, millet, rapeseed , fava bean dan beberap biji yang mengandung minyak. Bungkil biji kapas mengandung tannin terkondensasi 1,6 % BK sedangkan barley, triticale dan bungkil kedelai mengandung tannin 0,1 % BK. Diantara bahan pakan ternak  yang paling tinggi kandungan tannin terlihat pada biji sorgum (Sorghum bicolor).

Kandungan tannin pada varietas sorgum tannin tinggi sebesar 2,7 dan 10,2 % catechin equivalent. Dari 24 varietas sorgum kandungan tannin berkisar dari 0,05-3,67 % (catechin equivalent). Kandungan tannin sorgum sering dihubungkan dengan warna kulit luar yang gelap. Peranan tannin pada tanaman yaitu untuk melindungi biji dari predator burung, melindungi perkecambahan setelah panen, melindungi dari jamur dan cuaca.

Sorgum bertannin tinggi bila digunakan pada ternak akan memperlihatkan penurunan kecepatan pertumbuhan dan menurunkan efisiensi ransum pada broiler, menurunkan produksi telur pada layer dan meningkatnya kejadian leg abnormalitas.

Cara mengatasi pengaruh dari tannin dalam ransum yaitu dengan mensuplementasi DL-metionin dan suplementasi agen pengikat tannin, yaitu gelatin, polyvinylpyrrolidone (PVP) dan polyethyleneglycol yang mempunyai kemampuan mengikat dan merusak tannin. Selain itu kandungan tannin pada bahan pakan dapat diturunkan dengan berbagai cara seperti perendaman, perebusan, fermentasi, dan penyosohan kulit luar biji.
biji kapuk
3. Gossypol

Penggunaan bungkil biji kapuk (Cottonseed meal) pada hewan monogastrik dibatasi oleh kandungan serat kasar dan senyawa toksik yaitu tannin dan gossypol yaitu pigmen polyphenolic kuning. Konsentrasi gossypol dalam biji bervariasi diantara spesies kapuk dan antara cultivarnya berkisar 0,3 dan 3,4 %. Gossypol ditemukan dalam bentuk bebas, bentuk beracun dan bentuk ikatan yang tidak toksik. Metode pengolahan biji kapuk menentukan kandungan gosipol bebas.

Kandungan gossipol bebas pada pengolahan menggunakan ekstrak pelarut berkisar antara 0,1-0,5 % tetapi untuk proses expeller kandungan gossypol bebas kira-kira 0,05 %. Seluruh biji mempunyai gossypol bentuk bebas. Broiler bisa toleran sampai level gosipol bebas 100 ppm tanpa terlihat pengaruh merugikan pada performan.
Ransum layer mengandung < 50 ppm gossypol mencegah terjadinya green discoloration pada kuning telur khususnya setelah penyimpanan serta dapat menurunkan daya tetas dari telur fertile. Penambahan garam besi (ferric sulphat) pada ransum yang biji kapuk dapat merusak gossypol yaitu dengan mengikat grup reaktif gossipol dengan (Fe), dan kandungan protein ransum yang tinggi juga dapat mencegah pengaruh merugikan dari gossypol.


4. Saponin

Sebagian besar saponin ditemukan pada biji-bijian dan tanaman makanan ternak seperti alfalfa, bunga matahari, kedelai, kacang tanah . Saponin umumnya mempunyai karakteristik yaitu rasa pahit, sifat iritasi mucosal, sifat penyabunan, dan sifat hemolitik dan sifat membentuk komplek dengan asam empedu dan kolesterol.

Saponin mempunyai efek menurunkan konsumsi ransum karena rasa pahit dan terjadinya iritasi pada oral mucosa dan saluran pencernaan. Pada anak ayam yang diberi 0,9 % triterpenoid saponin bisa menurunkan konsumsi ransum, menurunkan pertambahan berat badan, menurunkan kecernaan lemak, meningkatkan ekskresi cholesterol dan menurunkan absorpsi vitamin A dan D.


5. Mimosin

Tepung daun lamtoro (Leucaena leucocephala) kering sama dengan tepung biji kapuk sebagai sumber protein. Penggunaan lamtoro bisa menekan pertumbuhan broiler dan produksi telur pada layer. Nilai nutrisi yang rendah dari lamtoro karena adanya mimosin. Lamtoro mengandung mimosin sebesar 3-5 % BK, tetapi juga mengandung senyawa antinutrisi lain termasuk protease inhibitor, tannin dan galactomannan.

Karena adanya mimosin ini penggunaan lamtoro dalam ransum non ruminansia sebesar 5-10 % tanpa menimbulkan gejala toxicosis. Efek yang merugikan dari mimosin, yaitu menurunkan pertumbuhan dan menurunkan produksi telur. Ayam muda lebih sensitif dari pada ayam dewasa.



6. Protease Inhibitor

Protease inhibitor adalah senyawa yang bisa menghambat trypsin dan chymotripsin dan umumnya pada tanaman mengandung konsentrasi yang rendah kecuali kedelai. Kedelai cenderung mengandung protease inhibitor tinggi dan pada cereal lainnya rendah. Memakan kedelai mentah mengakibatkan meningkatnya berat pankreas.

Penghambatan aktivitas trypsin berpengaruh pada pencernaan protein, karena tripsin adalah activator dari semua enzim yang dikeluarkan oleh pankreas yaitu zymogen termasuk trypsinogen, chymotripsinogen, proelastase dan carboxypeptidase. Pengaruh utama dari tripsin inhibitor bukan menggangu pencernaaan protein tetapi sekresi berlebihan dari pankreas.

Cholecystokinin adalah peptide yang merangsang sekresi enzim pankreas dikeluarkan oleh bagian proximal usus halus yang dikontrol oleh aktivitas  umpan balik negatif. Meningkatnya kadar tripsin di lumen usus akan menurunkan sekresi cholecystokinin. Sekresi cholecystokinin oleh mucosa usus karena adanya monitor peptide yaitu sebuah peptide yang disekresikan kedalam getah pankreas.

Apabila pencernaan protein selesai maka monitor peptide dirusak oleh trypsin dan sekresi cholecystokinin berhenti. Adanya inhibitor trypsin dalam ransum, pankreas secara terus menerus merangsang cholecystokinin sebab monitor peptide tidak dirusak oleh trypsin. Kelebihan rangsangan ini menyebabkan terjadi hyperthrophy dan hyperplasia dari pankreas yang terlihat dari berat pankreas meningkat.

Protease inhibitor mudah dinetralkan dengan pemanasan. Kerusakan ini tergantung dari suhu, waktu pemanasan, ukuran partikel dan kandungan air. Pengolahan untuk menetralkan trypsin inhibitor harus dipertimbangkan jangan sampai merusak nilai nutrisi dari kedelai.
7. Cyanogenic glycoside (Cyanogen)

Cyanogenic glycoside, cyanoglycosida atau cyanogen adalah senyawa yang apabila diperlakukan asam dan diikuti dengan hidrolisis oleh enzim tertentu akan melepaskan hydrogen cyanida (HCN). Cyanoglycosida terdapat lebih dari 2000 spesies tanaman. Singkong (cassava) adalah hasil panen utama yang mengandung cyanogen dalam jumlah tinggi.

Pengolahan singkong secara tradisional yaitu umbi dipotong-potong dibawah air mengalir untuk mencuci cyanogen. Alternatif lain yaitu umbi singkong  dipotong-potong, dihancurkan dan dikeringkan dibawah sinar matahari sampai HCN menguap. HCN setelah dilepas dengan cepat diabsorpsi dari saluran gastro intestinal masuk ke dalam darah. Ion Cianida (CN-) berikatan dengan Fe heme dan beraksi dengan ferric (oxidasi) dalam mitokondria membentuk cytochrome oxidase di dalam mitokondria, membentuk komplek stabil dan menahan jalur pernafasan. Akibatnya hemoglobin tidak bisa melepas oxygen dalam system transport electron dan terjadi kematian akibat hypoxia seluler.

Beberapa cara mengurangi cyanogenic glycoside yaitu :

* Proses pembuatan pati menghilangkan cyanogen.
* Pencacahan, dikeringkan atau sebelumnya disimpan lebih dulu dalam keadaan basah bisa mengurangi 2/3 cyanogen dari segar.


8. Non- starch Polysaccharide

Non-starch polysaccharide (NSP) adalah karbohidrat komplek yang terlihat di endosperm dinding sel dari biji cereal. Karbohidrat ini sukar dicerna sehingga lolos dari saluran pencernaan dan mengikat air sehingga viscositas cairan di saluran pencernaan tinggi. Viscositas di saluran pencernaan meningkat menyebabkan transport nutrient menurun dan absorpsi menurun. Kedelai mengandung NSP dalam bentuk oligosaccharide.

Kedelai yang berasal dari berbagai negara mengandung oligosaccharida berbeda-beda. Pengaruh negatif dari NSP yaitu :

* Excreta lengket dan kadar air tinggi sehingga menimbulkan masalah litter.



Demikian postingan kami, semoga bermanfaat.........

Note:
Beberapa Gbr di Blog ini diambil dari internet, jk ada Gbr Anda yg saya gunakan dan Anda menginginkan untuk diremove silahkan hubungi saya

 Rujukan:
 http://fapet.ipb.ac.id
 http://www.smallcrab.com/others/653-mengenal-beberapa-antinutrisi-pada-bahan-pakan


                                                                                          By sharing Kelinci Nusantara

Hijauan Pakan Kelinci

Beberapa hijauan berikut ialah hijauan yang aman di berikan untuk kelinci anda, saat awal pemberian ingat dilayukan dahulu. Setidaknya diangin-anginkan / didiamkan sambil sesekali di bolak - balik minimal selama 4 jam sebelum di berikan ke kelinci.

Clitoria Ternatea / Kembang Telang
Tumbuhan ini adalah alfalfanya daerah tropis yang mempunyai produktifitas yang sama dengan alfafa dan kandungan nutrisinya juga sama serta terdapat zat antidepresi seperti alfafa. Bedanya hanya Clitoria Ternatea tumbuhan yg cocok tumbuh di daerah tropis (iklim basah) sedangkan Alfafa tumbuhan yg cocok tumbuh di daerah subtropis (iklim kering) metode tanam pun hampir sama.kandungan nutrisinya protein 21-29%, energy kasar 18,6 MJ/kg, kecernaan bahan organic 69,7%, kecernaan energy 66,6%, energy termetabolis 12,4MJ/kg, PK 25-38%, LK 10%, gula pada biji 5% sehingga tanaman ini berpotensi sebagai sumber protein dan dan energi untuk kelinci

Desmodium Rensonii
 Dengan umur potong 8 minggu, ketinggian potong 50cm dan 12 minggu ketinggian potong 100cm diperoleh kandungan protein kasar mencapai 18%. Memiliki kandungan kalori tinggi yaitu melebihi 3000 kkal/kg








Indigofera Spicata
Perawatan tanaman ini cukup mudah dengan interval pemotongan 60 hari dan intensitas pemotongan 1,5 meter di atas permukaan tanah. Keunggulan lainnya memiliki kadar protein yang tinggi kurang lebih 21-24%, serat relative rendah, tingkat kecernaan 77%. Cocok untuk kelinci dalam status produksi tinggi yaitu indukan menyusui dan kelinci muda pasca sapih, karena dapat meningkatkan produksi susu hingga 20%.

Pennisetum Purpureum cv. Mott / Rumput Odot
Rumput odot emiliki palatabilitas yang cukup tinggi dan ternak akan mengkonsumsi hijauan ini lebih banyak dalam masa hamil dan menyusui. Tidak ada bagian yang tersisa jika ternak memakan rumput odot ini, semua bagian habis di makan ternak.  
odot
Tapi berhati-hatilah terhadap bulu-bulu halus yang terdapat pada odot ini saat di berikan ke kelinci kesayangan kita. Kandungan rumput odot BK 89,9%, PK 9,1%, LK 2,3%, SK 33,1%, TDN 46%. Bisa di sajikan langsung dengan dipotong-potong maupun bisa dicacah untuk campuran pembuatan pelet kelinci


Arachis Pintoi
Cocok di tanam sebagai tanaman hias pengganti rumput, a. pintoi termasuk tanaman yang tahan terhadap naungan. Mempunyai palatabilitas yg tinggi. Protein kasar di kisaran 13-25%, kecernaan bahan kering 60-70% dry. Kandungan tanin relatif rendah. Pemakaian Aracis Pintoi dalam 30% (hijauan) ransum pakan dapat meningkatkan berat badan 20-200% dan meningkatkan yield susu 20% dari produksi normal.





Vigna unguiculata / Kacang Tunggak

Nilai nutrisi tinggi: PK hijauan segar 14-21% dengan palatabilitas yang tinggi, konsumsi tinggi.



Synedrella Nodiflora Gaertn / Legetan
legetan

Mempunyai palatabilitas yang tinggi bagi kelinci, aman diberikan dalam jumlah banyak. Ini termasuk salah satu hijaun favoritnya si kelinci, ibarat kata "tak ada kelinci yang bisa menolak harumnya aroma Legetan..

Crassocephalum Crepidiodes / Sintrong
sintrong
Ada benarnya yang berpendapat jika Sintrong bagus di berikan saat kelinci hamil, karena Sintrong memiliki Protein Kasar mencapai 27 %, berhati-hatilah jika sebelumnya kelinci tidak pernah mengkonsumsi ini karena kandungan serat sintrong sangat kecil yaitu hanya 8% dan kandungan air yang tinggi. Mempunyai palatabilitas yg tinggi terhadap kelinci. Lebih baik di sebagai campuran jika sebelumnya kelinci tidak pernah mengkonsumsi ini.



Daun Nangka (Artocarpus Heteropyllus)
Potensi daun nangka dapat ditemukan disekitar pemukiman rakyat, dapat tumbuh dimusim kemarau maupun hujan. Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Batang bulat silindris, sampai berdiameter sekitar 1 meter. Daun-daun nangka merupakan pakan ternak yang disukai kambing, domba maupun sapi. Daun tunggal, tersebar, bertangkai 1-4 cm. Kandungan nutrient yang terdapat pada nangka adalah BK adalah 16%, abu 25% LK 4.4% BETN 20% SK 38%, PK 12.52%.

Lereside Glirisidia Sepium/gamal
Kelinci biasanya menolak memakan daun gamal karena baunya langu (bahasa jawa), namun hal ini dapat disiasati dengan melayukan daun gamal 12-24 jam sebelum diberikan sebagai pakan kelinci atau disajikan pada malam hari. Menurut pengalaman penulis penyajian seperti ini dapat menaikkan konsumsi pakan. 


TABEL NUTRISI GAMAL
No.
Jenis bahan
BK%
PK%
LK%
SK%
TDN%

  1.  
Gamal berbunga
89,7

19,1
3
18
69

  1.  
Gamal muda
90,1

22,7
4
13,3
75


Daun Pepaya (Carica papaya L.)
Daun pepaya ini mempunyai manfaat yang penting untuk mengobati kelinci yang susah makan atau juga baik untuk regenerasi pertumbuahan tulang khususnya ketika kelinci yang masih umur 1 bulan sampe 3 bulan, jadi apabila kelinci mengalami kelumpuhan di sebabkan karena kekurangan zat besi, dengan di kasih pakan daun pepaya ini nantinya akan menambah kekurangan zat besi tersebut. Kandungan gizi pada daun pepaya antara lain : Vitamin A 18250 SI, vitamin B1 0,15 mg, vitamin C 140 mg, Kalori 79 kal. Protein 8,0 mg, Lemak 2 gram, Hidrat Arang 11,9 gram, Kalsium 353 mg, fosfor 63mg, Besi 0,8 mg, air 75,4 gram. Kandungan carposide pada daun pepaya berkhasiat sebagai obat cacing. Pemberian daun pepaya harus dilayukan min 4 jam , karena kondisi basah/segar getahnya membuat gatal mulu dan kerongkongan kelinci.

Daun umbi jalar
Daun umbi jalar memiliki kandungan air yang lumayan banyak. Biasanya kelinci suka banget dengan pakan ini, tapi jangan terlalu banyak karena mengandung air yang lumayan banyak, namun demikian apabila di berikan dalam jumlah banyak terlebih dahulu harus di layukan agar kandungan airnya sedikit berkurang.BK 88,46%, abu 14,22%, PK 25,51%, Sk 24,29%,LK 1,15% BETN 34,70%,, ca 0,79%, P 0,38% namun demikian ubi jalar mengandung antitripsin yaitu zat anti nutrisi yang dapat menghambat kecernaan protein . namun hal ini dapat di atasi dengan pengeringan sinar matahari , tekanan uap tinggi (80*c) dan pemanasan.
Rumput lapangan 
Rumput lapangan adalah salah satu alternative pakan alami kelinci yang mudah didapatkan   baik di lapangan maupun di persawahan. Rumput ini cukup direkomendasikan sebagai pakan kelinci karena memiliki kandungan nutrisi yang bagus dan memiliki kandungan air yang rendah serta kandungan serat yang tinggi.Kandungan nutrisi rumput lapangan adalah sebagai berikut: BK 21.8%, PK6.7%, SK34.2%, LK1.8%, TDN 56.2%



 Daun Pisang
Khususnya adalah daun pisang saba yang dijadikan pakan kelinci, pakan ini biasa diberikan apabila kelinci kekurangan serat, yang mengakibatkan kelinci mencret.Akan tetapi jangan terlalu banyak dalam memberi pakan, diberikan untuk campuran saja.




. 
Catatan:
Hay merupakan pakan kelinci yang berasal dari rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga dan dikeringkan secara bertahap sehingga kandungan gizi pada rumput tersebut  tidak rusak.  Rumput yang dipakai dalam pembuatan hay biasanya rumput odot, pucuk tebu, rumput
lapangan menjelang berbunga, timothy, alfafa,legetan dll.

Demikian postingan kami, semoga bermanfaat...........

Note:
Beberapa Gbr di Blog ini diambil dari internet, jk ada Gbr Anda yg saya gunakan dan Anda menginginkan untuk diremove silahkan hubungi saya

Rujukan:
http://griyasatwaasri.com/?p=222
http://kelinci-shop.blogspot.com/2010/06/macam-macam-pakan-kelinci.html
http://bayuseptianblog.blogspot.com/2013/01/pakan-kelinci-asembagus.html
http://kelinci-shop.blogspot.com/2010/06/macam-macam-pakan-kelinci.html
http://bayuseptianblog.blogspot.com/2013/01/pakan-kelinci-asembagus.html
http://penghobikelincimalang.blogspot.com/2013/12/hijaun-pakan-kelinci.html
http://www.lembahgogoniti.com/artikel/29-pakan-kambing/128-tabel-kandungan-nutrisi-a-analisa-proksimat-hijauan-legimunosa.html


                                                                                      By Sharing Kelinci Nusantara